
WIDASARI—Seorang bocah laki-laki yang diperkirakan berumur 6 tahun dengan kondisi sangat memprihatinkan ditemukan seorang pengamen bus antar provinsi di jalur pantura Indramayu.
Berawal dari lahannya mencari rejeki diatas kendaraan umum, Nana Mulyana (24) warga Desa Tegalgirang Kecamatan Bangodua diikuti seorang anak kecil saat hendak mengais rejeki dengan mengamen di sebuah bus yang datang dari arah Jakarta menuju Cirebon Sabtu (18/10) sekitar pukul 20.00. Dari sebuah pangkalan di Kecamatan Kandanghaur, Nana saat menaiki sebuah bus tidak menyadari kalau dirinya diikuti anak kecil yang pada saat di pangkalan dilihatnya asyik bermain sendirian.
Namun, Nana yang sudah terbiasa bercuap-cuap dan mendendangkan lagu di jalanan tetap tidak menaruh curiga pada anak tersebut, dan tanpa terganggu sedikitpun selama dalam perjalanan dari Kandanghaur hingga Widasari. Hingga akhirnya si bocah malang tersebut oleh pengamen dibawa pulang ke rumahnya, karena sangat kesulitan untuk dimintai keterangan maka pengamen yang semula berinisiatif akan mengembalikan kepada keluarganya memutuskan untuk menyerahkannya kepada kepolisian setempat. “Ketika pengamen tersebut turun di simpang tiga Desa Bangkaloa, ternyata anak itu ikut turun dan terus mengikuti langkah pengamen,” kata Nana dituturkan Kapolsek Widasari AKP Bendi Ujianto kepada Radar, Senin (20/10) di ruangannya.
Polisipun berupaya untuk bisa mempertemukan bocah malang kepada pihak keluarganya melalui Polsek Kandanghaur, namun upaya tersebut tetap gagal karena pada saat berada di Polsek Kandanghaur si bicah tidak ada yang mengakui sebagai keluarganya. Dan bocah yang sulit berbicara (tuna wicara) itu dikirim lagi ke Mapolsek Widasari, dan hingga kemarin si bocah hiper aktif itu menjadi penghuni Mapolsek setempat. “Pada saat pertama kali di bawa ke sini menggunakan pakaian berupa kaos biru bertuliskan nevada tanpa lengan dan celana kolor biru bermotif bunga putih,” jelas Bendi.
Pada saat wartawan memberikan pertanyaanpun tidak ditanggapi dan hanya berteriak seperti layaknya anak kecil yang sedang melantunkan sebuah lagu. Bocah yang tidak mau diam dan serba penasaran dengan sesuatu yang dilihatnya, memiliki ciri-ciri rambut lurus, kulit putih dan alat kelaminnya belum disunat. “Anak tersebut sangat sulit diajak berkomunikasi karena memiliki kelainan dalam berbicara, sehingga kami sangat kesulitan untuk dapat mengetahui asal dan namanya. Dan ciri lainnya yakni memiliki kelainan pada saat diberikan selembar kertas dan balpoin, ternyata anak itu menggunakannya dengan tangan kiri (kidal),” ungkapnya. (tar)
sumber : Radar Indramayu

Tidak ada komentar:
Posting Komentar